50+ Contoh Judul Penelitian Korelasional Berbagai Jurusan (Lengkap)

50+ Contoh Judul Penelitian Korelasional Berbagai Jurusan (Lengkap)

Menentukan topik riset sering kali menjadi tantangan terbesar bagi mahasiswa tingkat akhir maupun peneliti pemula. 

Dari sekian banyak metode, metode korelasional sering menjadi pilihan utama karena kemampuannya dalam membedah keterkaitan antara dua fenomena tanpa harus melakukan intervensi rumit. 

Namun, masalah klasiknya tetap sama: bagaimana menyusun judul yang menarik, orisinal, dan layak uji?

Sebuah judul penelitian korelasional yang baik tidak hanya sekadar menggabungkan dua variabel. 

Judul tersebut harus mampu mencerminkan masalah yang nyata, memiliki data yang bisa diukur, dan tentu saja, memiliki urgensi secara akademis. 

Kesalahan dalam memilih judul di awal sering kali berakibat pada sulitnya mencari referensi atau pengumpulan data di tengah jalan.

Apakah Anda sedang mencari inspirasi untuk skripsi, tesis, atau tugas akhir? Dalam artikel ini, kami telah merangkum lebih dari 50 contoh judul penelitian korelasional dari berbagai bidang studi mulai dari pendidikan, psikologi, ekonomi, hingga kesehatan. 

Daftar ini disusun untuk membantu Anda menemukan ide segar yang tidak hanya “disukai” dosen pembimbing, tetapi juga relevan dengan tren masa kini.

Mari kita bedah satu per satu inspirasi judulnya di bawah ini agar proses awal penelitian Anda menjadi jauh lebih mudah dan terarah.

Baca Juga: 3 Jenis Penelitian Korelasional, Contoh, & Teknik Pengumpulan Data

Karakteristik Judul Penelitian Korelasional yang Baik

Sebelum melihat daftar contohnya, Anda perlu memahami apa yang membuat sebuah judul penelitian korelasional dianggap kuat dan layak uji oleh dosen pembimbing. 

Secara umum, judul yang baik harus memenuhi tiga karakteristik utama berikut ini:

A. Menggunakan Kata Kunci Hubungan yang Jelas

Ciri khas utama dari penelitian ini adalah adanya kata kunci yang menunjukkan keterkaitan antar variabel. 

Dalam bahasa Indonesia, judul riset korelasional biasanya dimulai atau mengandung kata-kata seperti:

  • “Hubungan antara…”: Paling umum digunakan untuk melihat keterkaitan dua hal.
  • “Korelasi…”: Istilah statistik yang lebih formal.
  • “Kontribusi…” atau “Peran…”: Digunakan jika peneliti ingin melihat seberapa besar pengaruh atau sumbangsih satu variabel terhadap variabel lainnya.

B. Memiliki Minimal Dua Variabel yang Jelas (X dan Y)

Judul korelasi tidak bisa berdiri dengan satu objek saja. Harus ada Variabel Bebas (X) dan Variabel Terikat (Y).

  • Variabel X: Variabel yang diduga menjadi penyebab atau yang memengaruhi.
  • Variabel Y: Variabel yang menjadi akibat atau yang dipengaruhi.
  • Contoh: “Hubungan Kualitas Tidur (X) dengan Konsentrasi Belajar (Y)”. Tanpa adanya dua variabel ini, penelitian Anda tidak bisa diukur keterkaitannya.

C. Subjek Penelitian yang Spesifik dan Terukur

Judul yang terlalu luas akan menyulitkan proses pengambilan data. Judul yang baik harus menyebutkan siapa subjeknya dan di mana lokasinya (jika diperlukan). 

Spesifikasi ini membantu peneliti dalam menentukan teknik sampling nantinya.

  • Kurang Baik: Hubungan Motivasi dengan Hasil Belajar (Terlalu luas, motivasi siapa?).
  • Lebih Baik: Hubungan Motivasi Belajar dengan Hasil Ujian Tengah Semester pada Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Jakarta.

Baca Juga: Penelitian Korelasional: Definisi, Jenis, Contoh & Kelebihannya

Daftar Contoh Judul Berdasarkan Bidang Studi

Bagian ini adalah inti yang paling ditunggu. Kami telah mengelompokkan berbagai judul agar Anda dapat memilih yang paling sesuai dengan fokus studi Anda.

A. Bidang Pendidikan (H3)

Penelitian pendidikan biasanya berfokus pada interaksi antara metode pengajaran, lingkungan sekolah, dan hasil belajar siswa. Berikut adalah 10 contoh judul penelitian korelasional di bidang pendidikan:

  1. Hubungan antara Kedisiplinan Siswa dengan Prestasi Belajar Matematika.
  2. Korelasi Penggunaan Media Pembelajaran Digital dengan Motivasi Belajar Siswa SMP.
  3. Hubungan Peran Orang Tua dalam Pendampingan Belajar dengan Karakter Disiplin Anak di Sekolah Dasar.
  4. Hubungan antara Intensitas Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah dengan Kemampuan Literasi Membaca Siswa.
  5. Korelasi Kualitas Interaksi Guru-Siswa dengan Keaktifan Belajar di Dalam Kelas.
  6. Hubungan antara Tingkat Kecemasan Menghadapi Ujian dengan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sains.
  7. Kontribusi Kompetensi Pedagogik Guru terhadap Kepuasan Belajar Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
  8. Hubungan antara Fasilitas Belajar di Rumah dengan Kemandirian Belajar Mahasiswa Selama Perkuliahan Daring.
  9. Korelasi Kemampuan Berpikir Kritis dengan Keterampilan Memecahkan Masalah pada Siswa Kelas XI.
  10. Hubungan antara Kebiasaan Membaca Buku Non-Teks dengan Keluasan Kosakata (Vocabulary) pada Siswa Tingkat Dasar.

B. Bidang Psikologi & Sosial 

Penelitian di bidang psikologi dan sosial biasanya mengeksplorasi hubungan antara kondisi mental, perilaku, dan lingkungan sosial. Berikut adalah 10 contoh judul penelitian korelasional di bidang ini:

  1. Hubungan Intensitas Penggunaan Instagram dengan Tingkat Kepercayaan Diri (Self-Esteem) pada Remaja.
  2. Korelasi antara Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Resiliensi Mahasiswa Tingkat Akhir yang Sedang Menyusun Skripsi.
  3. Hubungan Tingkat Stres Kerja dengan Work-Life Balance pada Ibu yang Bekerja di Sektor Formal.
  4. Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Tingkat Penyesuaian Diri Mahasiswa Baru di Lingkungan Kampus.
  5. Korelasi antara Fear of Missing Out (FoMO) dengan Tingkat Kesejahteraan Psikologis (Subjective Well-being) pada Pengguna Media Sosial.
  6. Hubungan Perilaku Phubbing (Fokus pada Ponsel) dengan Kualitas Intimasi pada Pasangan Suami Istri Muda.
  7. Hubungan antara Body Image (Citra Tubuh) dengan Gangguan Makan (Eating Disorder) pada Atlet Remaja Putri.
  8. Korelasi antara Pola Asuh Permissive dengan Tingkat Kemandirian Sosial pada Anak Usia Prasekolah.
  9. Hubungan antara Tingkat Kesepian (Loneliness) dengan Kecenderungan Adiksi Game Online pada Orang Dewasa Muda.
  10. Hubungan Persepsi Keadilan Organisasi dengan Loyalitas Karyawan pada Perusahaan Startup.

C. Bidang Ekonomi & Bisnis 

Dalam dunia bisnis, penelitian korelasional sering digunakan untuk mengambil keputusan strategis. Peneliti biasanya mencari tahu bagaimana variabel manajerial atau pemasaran berdampak pada profitabilitas dan kepuasan pelanggan. Berikut adalah 10 contoh judulnya:

  1. Hubungan Kualitas Pelayanan dan Fasilitas dengan Loyalitas Pelanggan di E-commerce X.
  2. Korelasi antara Penempatan Iklan di Media Sosial (Influencer Marketing) dengan Keputusan Pembelian Konsumen Milenial.
  3. Hubungan Gaya Kepemimpinan Transformasional dengan Kinerja Karyawan pada Divisi Pemasaran Bank Y.
  4. Hubungan antara Literasi Keuangan dengan Perilaku Pengelolaan Keuangan Pribadi pada Pelaku UMKM.
  5. Korelasi Citra Merek (Brand Image) dengan Minat Beli Ulang Produk Kosmetik Lokal pada Mahasiswi.
  6. Hubungan antara Kompensasi Non-Finansial dengan Motivasi Kerja Karyawan di Perusahaan Teknologi.
  7. Hubungan Kelengkapan Produk dan Persepsi Harga dengan Kepuasan Konsumen di Minimarket Z.
  8. Korelasi antara Budaya Organisasi dengan Tingkat Employee Engagement di Masa Kerja Pasca Pandemi.
  9. Hubungan Kualitas Informasi Laporan Keuangan dengan Kepercayaan Investor pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI.
  10. Hubungan antara Lingkungan Kerja Fisik dengan Produktivitas Kerja Staf Administrasi di Instansi Pemerintahan.

D. Bidang Kesehatan & Olahraga

Penelitian korelasional di bidang kesehatan sangat penting untuk mengidentifikasi faktor risiko atau gaya hidup yang berkaitan dengan kondisi fisik seseorang. Berikut adalah 10 contoh judul penelitiannya:

  1. Hubungan Pola Makan dan Asupan Serat dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2.
  2. Korelasi Frekuensi Olahraga Mingguan dengan Tingkat Kualitas Tidur pada Lansia di Panti Wreda.
  3. Hubungan Literasi Kesehatan tentang Penyakit Menular dengan Kepatuhan Minum Obat pada Remaja.
  4. Hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kecepatan Lari Sprint 100 Meter pada Atlet Atletik Remaja.
  5. Korelasi antara Tingkat Kecukupan Cairan (Hidrasi) dengan Konsentrasi Belajar Siswa di Sekolah.
  6. Hubungan Aktivitas Fisik Harian dengan Fleksibilitas Sendi dan Kekuatan Otot pada Pekerja Kantoran.
  7. Hubungan antara Kebiasaan Merokok dengan Kapasitas Vital Paru-Paru pada Anggota Komunitas Olahraga X.
  8. Korelasi Tingkat Pengetahuan tentang Gizi Seimbang dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Puskesmas Y.
  9. Hubungan Durasi Penggunaan Smartphone Sebelum Tidur dengan Gejala Insomnia pada Mahasiswa Kedokteran.
  10. Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Motivasi Pasien Pasca Stroke dalam Menjalani Program Fisioterapi.

E. Bidang Komunikasi & Media

Penelitian di bidang komunikasi saat ini banyak berfokus pada pengaruh media sosial, efektivitas pesan, dan pola interaksi di ruang digital. Berikut adalah 10 contoh judulnya:

  1. Hubungan Intensitas Menonton Konten Food Vlogging di YouTube dengan Perilaku Konsumtif Mahasiswa.
  2. Korelasi antara Terpaan Kampanye Green Product di TikTok dengan Minat Beli Produk Ramah Lingkungan.
  3. Hubungan Kualitas Komunikasi Interpersonal Orang Tua-Anak dengan Tingkat Kecanduan Gadget pada Anak Usia Dini.
  4. Korelasi Persepsi Pesan Iklan Layanan Masyarakat dengan Kesadaran Masyarakat dalam Membayar Pajak.
  5. Hubungan antara Popularitas Virtual Influencer dengan Kepercayaan Merek (Brand Trust) pada Generasi Z.
  6. Hubungan Frekuensi Akses Portal Berita Online dengan Tingkat Literasi Politik Pemilih Pemula.
  7. Korelasi Daya Tarik Pesan Pesan di Media Sosial dengan Citra Lembaga Pemerintahan X.
  8. Hubungan Keterbukaan Diri (Self-Disclosure) di Twitter dengan Tingkat Kepuasan Hubungan Pertemanan.
  9. Hubungan antara Penggunaan Emoji dalam Komunikasi WhatsApp dengan Efektivitas Penyampaian Pesan Kerja.
  10. Korelasi antara Terpaan Berita Hoaks di Facebook dengan Tingkat Kecemasan Sosial Masyarakat Lansia.

4. Tips Memilih Judul Agar Cepat Disetujui Dosen (H2)

Mendapatkan tanda tangan persetujuan dosen pembimbing pada lembar judul sering kali menjadi tantangan awal yang menguras energi. Meskipun Anda sudah memiliki daftar 50 contoh judul di atas, Anda tetap perlu melakukan kurasi agar judul tersebut “lolos sensor” akademik.

Berikut adalah tips mendalam agar judul penelitian korelasional Anda langsung disetujui:

A. Pastikan Ketersediaan dan Aksesibilitas Dat

Masalah utama yang membuat penelitian terhenti di tengah jalan bukanlah judul yang buruk, melainkan data yang tidak bisa diambil. Sebelum menetapkan judul, tanyakan pada diri sendiri: “Bagaimana saya akan mendapatkan datanya?”

  • Hindari Data Sensitif: Jika Anda meneliti “Hubungan Gaji Direktur dengan Kebahagiaan”, Anda harus yakin memiliki akses ke laporan penggajian yang bersifat rahasia. Jika tidak, judul tersebut hanya akan menjadi angan-angan.
  • Pertimbangkan Skala Sampel: Jika judul Anda memerlukan 500 responden, pastikan Anda memiliki sumber daya atau komunitas yang bisa dijangkau.
  • Cek Instrumen: Pastikan sudah ada kuesioner atau alat ukur yang tervalidasi untuk variabel yang Anda pilih, sehingga Anda tidak perlu membuat alat ukur dari nol yang memakan waktu lama.

B. Masukkan Unsur Kebaruan (Novelty)

Dosen pembimbing sering kali bosan dengan judul yang itu-itu saja (misalnya: Hubungan Motivasi dengan Prestasi). Untuk menarik perhatian mereka, lakukan modifikasi pada variabel Anda dengan tren terkini.

  • Gunakan Konteks Digital: Tambahkan unsur teknologi atau fenomena media sosial yang sedang hangat. Misalnya, alih-alih meneliti “Media Pembelajaran”, cobalah meneliti “Efektivitas Artificial Intelligence (AI) sebagai Media Pembelajaran”.
  • Modifikasi Variabel Terikat: Cari variabel yang sedang menjadi perhatian di jurnal-jurnal terbaru, seperti mental health, sustainability, atau digital burnout.
  • Contoh Perbandingan:
    • Judul Usang: Hubungan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar.
    • Judul dengan Novelty: Hubungan Motivasi Belajar berbasis Gamifikasi dengan Self-Efficacy Siswa di Era Digital.

C. Sesuaikan dengan Minat dan Relevansi

Penelitian adalah perjalanan panjang yang memakan waktu berbulan-bulan. Jika Anda tidak menyukai topiknya, proses menulis akan terasa sangat menyiksa.

  • Pilih Bidang yang Dikuasai: Jika Anda hobi berolahraga, mengambil judul di bidang kesehatan atau fisiologi olahraga akan membuat Anda lebih bersemangat saat melakukan tinjauan pustaka.
  • Relevansi dengan Karier: Pilihlah judul yang sekiranya bisa menjadi nilai tambah di CV Anda nantinya. Jika Anda ingin bekerja di agensi periklanan, judul tentang korelasi media sosial dan perilaku konsumen akan sangat sangat menguntungkan.
  • Dosen yang Tepat: Sesuaikan judul dengan kepakaran calon dosen pembimbing Anda. Dosen akan lebih cepat menyetujui judul yang sesuai dengan bidang yang mereka minati.

D. Pastikan Hubungan Variabel Logis (Theories-Based)

Penelitian korelasional bukan sekadar memasangkan dua hal secara acak. Harus ada landasan teori yang masuk akal mengapa kedua variabel tersebut berhubungan.

  • Uji Logika: Sebelum menghadap dosen, siapkan jawaban untuk pertanyaan: “Kenapa Anda merasa Variabel X berhubungan dengan Variabel Y?”
  • Cari Studi Pendahuluan: Pastikan sudah ada penelitian terdahulu yang pernah membahas variabel serupa, sehingga Anda memiliki pondasi yang kuat untuk berargumen di depan dosen.

Menemukan judul yang tepat adalah 50% dari kunci keberhasilan sebuah penelitian. Melalui 50 contoh judul penelitian korelasional dari berbagai bidang yang telah kita bahas mulai dari Pendidikan hingga Komunikasi Media terlihat jelas bahwa metode ini menawarkan fleksibilitas tinggi bagi peneliti untuk mengeksplorasi hubungan antar fenomena di dunia nyata.

Ingatlah bahwa judul yang baik bukan sekadar judul yang terlihat keren di sampul skripsi, melainkan judul yang memiliki landasan teori kuat, data yang accessible, dan tentu saja, judul yang mampu Anda selesaikan hingga tuntas. 

Dengan memahami karakteristik korelasi (positif, negatif, atau nol) dan menerapkan tips agar disetujui dosen, Anda kini memiliki pondasi yang mantap untuk memulai perjalanan akademik Anda.

Tingkatkan Produktivitas Menulis dengan NulisKata

Setelah judul disetujui, tantangan berikutnya adalah menuangkan ide tersebut ke dalam proposal dan laporan penelitian yang berkualitas. 

Proses mencari jurnal, merangkum referensi, hingga memparafrase agar terhindar dari plagiarisme sering kali menyita waktu yang sangat banyak.

Untuk itulah NulisKata hadir sebagai solusi cerdas bagi peneliti dan mahasiswa. NulisKata adalah platform AI writing tools lengkap yang akan mendampingi Anda di setiap tahap penulisan:

  • Journal Search & Literature Review: Membantu Anda menemukan referensi jurnal yang relevan dengan judul korelasi pilihan Anda secara instan.
  • Parafrase Online & Humanize AI: Mengubah kalimat dari sumber referensi agar unik dan tetap enak dibaca tanpa terdeteksi sebagai tulisan kaku buatan mesin.
  • Summarize Online: Menghemat waktu Anda dalam membaca puluhan jurnal dengan merangkum poin-poin intinya secara akurat.
  • AI Writer & AI Chat: Membantu mengembangkan kerangka berpikir, latar belakang, hingga analisis pembahasan penelitian Anda.
  • Pico Analysis & Translate: Fitur khusus untuk analisis mendalam serta penerjemahan naskah standar akademik ke berbagai bahasa.

Jangan biarkan hambatan teknis menulis menghalangi kelulusan Anda. Fokuslah pada riset dan ide-ide brilian Anda, sementara biarkan NulisKata membantu menyempurnakan kualitas tulisan Anda.

Kunjungi NulisKata sekarang dan rasakan kemudahan menulis penelitian layaknya seorang profesional!

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *